Di kota yang bergerak tanpa jeda, tidak semua orang jadi tokoh utama. Sebagian dari kita hanya lewat, mengulang rutinitas yang sama, seperti membaca skrip yang tak pernah benar-benar kita tulis sendiri.
Dari keresahan itulah The Klikis memperkenalkan debut single mereka, "Figuran Kota", sebuah karya yang lahir dari esai sastra dan berkembang menjadi refleksi tentang kehidupan urban yang repetitif, absurd, dan diam-diam melelahkan.
Band ini tidak terbentuk dari rencana besar. Semuanya bermula dari sesi jamming sederhana antar teman kantor, yang awalnya hanya jadi pelarian dari rutinitas. Namun pertemuan yang berulang itu perlahan berubah menjadi ruang untuk berbagi keresahan yang sama.
Akhirnya, lima personil: Jemmi (vokal), Wahyu (gitar), Ijal (gitar), Jeremy (bass), dan Hari (drum), memutuskan untuk berhenti membawakan lagu orang lain, dan mulai menulis cerita mereka sendiri.
Figuran Kota, debut single mereka yang dirilis 24 April 2026, lahir dari sebuah esai sastra yang ditulis salah satu personilnya. Esai itu bukan tentang musik. Ia berbicara tentang kota yang terus bergerak seperti naskah tanpa revisi; dialog yang terdengar familiar, adegan yang berulang, sementara para pemainnya berganti wajah namun tetap membaca skrip yang sama. Dari Simatupang ke bilangan Kemang, dari ruang rapat ke kedai kopi, pertunjukan terus berjalan. Di ujungnya, ada satu kalimat yang menggantung: mungkin, tanpa sadar, kita semua hanyalah figuran di dalamnya
Comments (0)
Login to post a comment.