Aku yang kembali menemuinya, kembali menghadapinya, kembali merasakannya. Di kala gembira menyertai hati dan cerita yang kian lama tak terasa membebani.
Entah apa yang mendamba pikiran dan emosi, yang menjadikan aku kembali tidak ingin merasakan sepi, yang kemudian merubah cara pandang dan pikiran ini, terhadap kamu sang pengisi hati.
Kadang jiwaku terasa lara, kala tak ada satu onggok pun yang dapat kubagi rasa, atau mungkin memang hanya saja aku yang tak pernah mau menerima apa yang diberi.
Ah, aku rasa memang saatnya untukku Jatuh Cinta, Sekali Lagi.
Comments (0)
Login to post a comment.